Malam,
Dia sendiri dan menunggu
menunggu orang yan tak menunggu
Ia bersama kawannya menunggu
menunggu yang ditunggu-tunggu
Ia sangat meikmati malamnya
menikmati yang ditunggu-tunggu yang sedang menunggu yang tak menunggu
Dia sesak,
Sesak menunggu yang tak menunggu
Ia terus menikmati cinta yang ditunggu-tunggu
Dia bercinta dengan yang tak menunggu
hingga yang tak menunggu tak mau lagi untuk ditunggu
Dia menunggu,tetap menunggu
hingga hari yang tak ditunggu datang
mempertemukan yang ditungg-tunggu dan penunggu
hingga akhirnya,
yang ditunggu-tunggu tak lagi menunggu yang tak ditunggu
Penunggu tak lagi menunggu yang ditunggu-tunggu
Dan sekarang waktulah yang menunggu mereka untuk tidak menunggu lagi.
S.A.Y.A
Senin, 23 Maret 2015
Minggu, 15 Maret 2015
Hujan dan Memori
Hujan masih menyissakan amarahnya
Rintik hujan menyisakan aroma bumi
Mengantarkan memori pada hamparan laut
Suara deru ombak mengingatkanku pada tawa lepas penuh kebahagiaan
Aroma laut mengingatkan ku pada aroma segar sabun mint favoritmu,
menyatu menjadi kesegaran pada tubuhmu
Pantulan senja pada laut mejadikannya keperak-perakan,
berkilauan menjadi pemandangan yang indah,
seindah tubuh mu yang dibalut cahaya senja.
Nyanyian burung dan desir ombak menjadi latar cinta kita
Pasir pantai yang halus mengingatkanku pada tangan lelmbut
yang menghangakan tiap waktu
Hujan reda menyisakan genangan air,
Membawa kehangatan matahari
Seperti dirimu yang pergi menyisakan kenangan dan perih.
July 2013
Langganan:
Postingan (Atom)